7 keluhan tentang Travelio terbit pada 2025. Tema yang paling sering muncul adalah Pemotongan sepihak atas 'kerusakan' yang disengketakan, Tagihan yang muncul setelah check-out ("post charge"), Pemilik properti ditagih dan diabaikan. Dari jumlah itu, 1 tercatat selesai, dan 3 diajukan oleh pemilik properti, bukan penyewa.
Konsumen melakukan check-out lebih awal dari unit di Tokyo Riverside Tower Dotonburi pada 21 Oktober 2025. Mengikuti instruksi Travelio sendiri, kunci diletakkan di mailbox dan didokumentasikan dengan foto serta video. Staf Travelio menyatakan kunci tidak ditemukan dan membebankan biaya penggantian Rp400.000 dari deposit. Ini kasus paling jelas yang terdokumentasi di mana potongan diterapkan bertentangan dengan bukti yang sudah dipegang konsumen saat itu juga.
Surat lanjutan dari konsumen yang sama, menyatakan Travelio telah menyelesaikan tagihan mini refrigerator. Terbit empat hari setelah keluhan awal. Dicatat di sini karena rekam yang menghilangkan penyelesaian bukanlah rekam yang jujur, dan karena urutan kejadiannya sendiri adalah temuannya: tagihan dibatalkan setelah keluhan menjadi publik, bukan sebelumnya.
Penyewa melaporkan membayar deposit Rp6.100.000 dan hanya menerima kembali Rp2.740.000 pada Februari 2025, selisih Rp3.360.000, tanpa rincian atas apa selisih itu digunakan.
Penyewa melaporkan bahwa meski sudah membayar, ia tidak diberikan dokumen PSM yang ditandatangani owner, sehingga sewa berjalan tanpa dokumen yang bisa membuktikan ketentuannya bila terjadi sengketa.
Seorang owner menerbitkan keluhan kedua mengenai pengelolaan beberapa unit, penting dicatat karena ini pengaduan berulang: keluhan pertama tidak menyelesaikan masalahnya.