Refund ditolak karena denda listrik yang muncul setelah penyewa pergi
Pengulas melaporkan refund ditolak karena denda pada tagihan listrik, yang diklaim sebagai keterlambatan pembayaran dan muncul setelah penyewa sudah pindah.
Baca sumber aslinya ↗Tagihan yang dibebankan berhari-hari atau berminggu-minggu setelah tamu pergi dan unit sudah disewakan lagi, atas kerusakan yang disengketakan tamu. Berbeda dari potongan yang disepakati saat inspeksi: saat klaim datang, tamu tidak lagi bisa memeriksa unit atau membantahnya.
Klaim datang setelah tamu pergi; tidak ada inspeksi bertanggal saat check-out; tamu tidak punya akses untuk memverifikasi; nominal dipotong atau ditagihkan sepihak.
Pengulas melaporkan refund ditolak karena denda pada tagihan listrik, yang diklaim sebagai keterlambatan pembayaran dan muncul setelah penyewa sudah pindah.
Baca sumber aslinya ↗Pengulas menggambarkan menghabiskan sebulan mengejar refund sementara Travelio mengklaim ada barang yang hilang — padahal staf sudah menandatangani kondisi unit saat mereka pindah.
Baca sumber aslinya ↗Konsumen melakukan check-out lebih awal dari unit di Tokyo Riverside Tower Dotonburi pada 21 Oktober 2025. Mengikuti instruksi Travelio sendiri, kunci diletakkan di mailbox dan didokumentasikan dengan foto serta video. Staf Travelio menyatakan kunci tidak ditemukan dan membebankan biaya penggantian Rp400.000 dari deposit. Ini kasus paling jelas yang terdokumentasi di mana potongan diterapkan bertentangan dengan bukti yang sudah dipegang konsumen saat itu juga.
Baca sumber aslinya ↗Surat lanjutan dari konsumen yang sama, menyatakan Travelio telah menyelesaikan tagihan mini refrigerator. Terbit empat hari setelah keluhan awal. Dicatat di sini karena rekam yang menghilangkan penyelesaian bukanlah rekam yang jujur — dan karena urutan kejadiannya sendiri adalah temuannya: tagihan dibatalkan setelah keluhan menjadi publik, bukan sebelumnya.
Baca sumber aslinya ↗Seorang tamu ditagih biaya perbaikan atas kerusakan mini refrigerator yang menurutnya bukan disebabkan olehnya.
Baca sumber aslinya ↗Konsumen berterima kasih kepada MediaKonsumen atas mediasi yang menyelesaikan keluhan Travelio sebelumnya. Terbit dua hari setelah surat post charge di atas. Ini contoh terdokumentasi kedua di mana sengketa baru selesai setelah dipublikasikan.
Baca sumber aslinya ↗Tamu yang menginap 11–13 Oktober 2024 dengan deposit Rp300.000 membantah tagihan pasca-checkout atas kerusakan furnitur yang menurutnya bukan perbuatannya.
Baca sumber aslinya ↗Sengketa kerusakan properti yang, menurut keterangan pelapor, tidak pernah jelas siapa yang bertanggung jawab dan tanggung jawabnya ditolak.
Baca sumber aslinya ↗Penyewa jangka panjang membantah tagihan atas kerusakan furnitur yang menurut keterangannya sudah ada sebelum masa sewanya dimulai. Ini contoh terdokumentasi paling awal dari pola post charge.
Baca sumber aslinya ↗Keluhan yang paling sering terdokumentasi. Penyewa melaporkan bahwa setelah check-out deposit tidak dikembalikan dalam tenggat yang dijanjikan, dan setiap kali ditanyakan justru muncul syarat baru, bukan pembayaran.
15 laporan terdokumentasi → KritisPemotongan diterapkan tanpa pemberitahuan atau bukti yang disepakati, atas hal-hal yang oleh penyewa dianggap keausan wajar. Satu surat pembaca terpublikasi mendokumentasikan pemotongan dengan alasan 'noda tembok'.
7 laporan terdokumentasi → TinggiPertanyaan dijawab dengan 'menunggu tagihan dari gedung' tanpa batas waktu. Pelapor mencatat manajemen gedung umumnya menerbitkan tagihan pada tanggal tetap tiap bulan, sehingga penundaan tanpa akhir sulit dibenarkan.
3 laporan terdokumentasi →