Ini adalah proyek dokumentasi konsumen independen. Tidak berafiliasi, tidak didukung, dan tidak terhubung dengan Travelio maupun PT Horizon Internusa Persada.
Setiap entri di bawah ini adalah surat pembaca terpublikasi atau ulasan platform, ditampilkan lengkap dengan tanggal dan tautan ke sumber aslinya. Tidak ada yang dikarang atau diparafrasa menjadi lebih keras dari yang didukung sumbernya.
Peringatan terbaru dari pembaca
Ini datang dari orang-orang yang baru saja mengalaminya, dan muncul di sini begitu selesai diperiksa. Bagian ini memperbarui dirinya sendiri — arsip di bawah adalah rekam permanennya.
Layanan pelanggan terburuk — butuh 3 hari untuk menyelesaikan masalah apa pun.
Seorang konsumen menuntut refund dengan alasan unit apartemen berbeda jauh dari gambar yang diiklankan, dan turut mempersoalkan penanganan data pribadi. Ini keluhan Travelio terpublikasi paling baru pada saat data diambil.
Pengulas: "worst costumer service ever it takes 3 days to solve any problem." (layanan pelanggan terburuk, butuh 3 hari untuk menyelesaikan masalah apa pun)
Pengulas menyatakan pemesanan "cancelled unilaterally without confirming with us" (dibatalkan sepihak tanpa konfirmasi) hanya beberapa jam sebelum kedatangan.
Pengulas melaporkan refund ditolak karena denda pada tagihan listrik, yang diklaim sebagai keterlambatan pembayaran dan muncul setelah penyewa sudah pindah.
Pengulas menggambarkan "cockroaches in every room" (kecoa di setiap ruangan) dan "black mold growing in the corners" (jamur hitam tumbuh di sudut-sudut), disertai peralatan tidak berfungsi dan perabot rusak.
Pengulas: "The second you pay for the place you can forget about any refund if problems arise" (begitu Anda membayar, lupakan refund bila timbul masalah), dan melaporkan bahwa saat check-out staf menghindari memberi konfirmasi tertulis bahwa apartemen dalam kondisi sama.
Pengulas di toko aplikasi melaporkan Travelio menolak memproses refund tunai dan menawarkan voucher diskon sebagai gantinya. Yang lain menggambarkan menunggu sebulan penuh untuk deposit setelah check-out secara benar.
Konsumen melaporkan deposit tertunda atau ditolak dengan alasan nama rekening bank untuk refund tidak sama dengan nama pada pemesanan — syarat yang baru muncul di tahap refund, dan tidak diterapkan ketika pembayaran yang sama diterima di awal. Laporan terkait menggambarkan refund ditolak karena orang yang memesan dan tamu yang datang berbeda.
Pengulas menggambarkan menghabiskan sebulan mengejar refund sementara Travelio mengklaim ada barang yang hilang — padahal staf sudah menandatangani kondisi unit saat mereka pindah.
Konsumen melakukan check-out lebih awal dari unit di Tokyo Riverside Tower Dotonburi pada 21 Oktober 2025. Mengikuti instruksi Travelio sendiri, kunci diletakkan di mailbox dan didokumentasikan dengan foto serta video. Staf Travelio menyatakan kunci tidak ditemukan dan membebankan biaya penggantian Rp400.000 dari deposit. Ini kasus paling jelas yang terdokumentasi di mana potongan diterapkan bertentangan dengan bukti yang sudah dipegang konsumen saat itu juga.
Surat lanjutan dari konsumen yang sama, menyatakan Travelio telah menyelesaikan tagihan mini refrigerator. Terbit empat hari setelah keluhan awal. Dicatat di sini karena rekam yang menghilangkan penyelesaian bukanlah rekam yang jujur — dan karena urutan kejadiannya sendiri adalah temuannya: tagihan dibatalkan setelah keluhan menjadi publik, bukan sebelumnya.
Penyewa melaporkan membayar deposit Rp6.100.000 dan hanya menerima kembali Rp2.740.000 pada Februari 2025 — selisih Rp3.360.000 — tanpa rincian atas apa selisih itu digunakan.
Penyewa melaporkan bahwa meski sudah membayar, ia tidak diberikan dokumen PSM yang ditandatangani owner — sehingga sewa berjalan tanpa dokumen yang bisa membuktikan ketentuannya bila terjadi sengketa.
Seorang owner menerbitkan keluhan kedua mengenai pengelolaan beberapa unit — penting dicatat karena ini pengaduan berulang: keluhan pertama tidak menyelesaikan masalahnya.
Surat pembaca yang memuji tim customer service Instagram Travelio sebagai profesional dan membantu. Dimuat karena publikasi yang selektif adalah cara tercepat sebuah proyek dokumentasi kehilangan otoritasnya. Perhatikan kanalnya: layanan yang dipuji datang lewat kanal sosial publik, bukan antrean dukungan dalam aplikasi tempat sengketa di atas mandek.
Konsumen berterima kasih kepada MediaKonsumen atas mediasi yang menyelesaikan keluhan Travelio sebelumnya. Terbit dua hari setelah surat post charge di atas. Ini contoh terdokumentasi kedua di mana sengketa baru selesai setelah dipublikasikan.
Tamu yang menginap 11–13 Oktober 2024 dengan deposit Rp300.000 membantah tagihan pasca-checkout atas kerusakan furnitur yang menurutnya bukan perbuatannya.
Seorang pemilik properti melaporkan ditagih biaya perbaikan unit yang dikelola, padahal menurut keterangannya kesalahan bukan pada dirinya maupun unitnya.
Travelio menerbitkan tanggapan resmi atas keluhan biaya tidak jelas yang diajukan pada 16 Februari 2024. Dicatat karena tanggapannya sendiri adalah temuannya: perusahaan bersedia menjawab secara publik di platform ini setelah keluhan diterbitkan, padahal sebelumnya tidak menyelesaikannya secara privat.
Konsumen mengonfirmasi keluhannya telah diselesaikan Travelio. Ini penyelesaian ketiga yang terdokumentasi dalam arsip ini, dan seperti yang lain, terjadi setelah publikasi, bukan lewat tiket dukungan privat.
Seorang pemilik properti secara terbuka meminta penjelasan dan penyelesaian dari fungsi owner relations Travelio, setelah tidak memperolehnya secara privat.
Pelapor menyatakan nominal yang dikembalikan tidak sesuai dengan deposit awal yang disetorkan, dengan pengurangan untuk biaya air dan tagihan tembok kotor. Pemotongan digambarkan diterapkan secara sepihak, bukan disepakati saat inspeksi.
Penyewa tahunan check-out pada 5 April 2023 dan menanyakan kejelasan pengembalian deposit kepada customer service. Pelapor menyatakan kesepakatannya maksimal 14 hari kerja setelah dipotong listrik dan air, bahwa 18 hari kerja telah lewat tanpa pengembalian, dan pertanyaannya tidak mendapat jawaban maupun solusi — hanya 'menunggu konfirmasi billing' berulang, padahal manajemen gedung menerbitkan tagihan setiap tanggal 5.
Surat pembaca yang menggambarkan customer service tanpa empati, fitur perpanjangan sewa yang cacat, dan klaim kerusakan yang oleh penyewa disebut mengada-ada.
Penyewa jangka panjang membantah tagihan atas kerusakan furnitur yang menurut keterangannya sudah ada sebelum masa sewanya dimulai. Ini contoh terdokumentasi paling awal dari pola post charge.
Seorang pemilik properti melaporkan kesulitan mengambil kunci apartemennya sendiri setelah mengakhiri perjanjian pengelolaan — kasus paling jelas yang terdokumentasi mengenai hambatan keluar di sisi pemilik.
Seorang penyewa menerbitkan permintaan agar Travelio memproses refund atas sewa tahunan yang dibatalkan — keluhannya adalah refund tidak kunjung diproses, bukan ditolak.
Seorang pemilik properti menggambarkan dirinya terjebak dalam perjanjian kerja sama yang jaminan okupansinya tidak dipenuhi. Ini keluhan sisi pemilik paling awal dalam arsip.
Keluhan paling awal dalam arsip ini. Seorang pelanggan mengkritik customer service Travelio sebagai tidak profesional dan proses refund-nya tidak transparan — dua tema yang sama masih diajukan pada 2026.